Penelitian • 6 mnt baca

Mengapa Skala Abu-Abu Paling Efektif bagi Pengguna Ponsel karena Kebiasaan

Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa orang yang menggulir layar karena bosan atau kebiasaan sosial mengalami pengurangan waktu layar terbesar saat menggunakan skala abu-abu, memangkas sekitar satu jam penggunaan harian.

Tidak semua orang menggunakan ponsel dengan cara yang sama. Beberapa orang meraihnya murni karena kebiasaan. Yang lain melakukannya untuk tetap terhubung secara sosial. Sebuah studi tahun 2023 oleh Wickord dan Quaiser-Pohl meneliti apakah skala abu-abu bekerja secara berbeda untuk berbagai jenis pengguna ponsel pintar, dan hasilnya sangat mencolok.

Studi tersebut

Diterbitkan dalam Computers in Human Behavior Reports, studi berjudul "Suffering from problematic smartphone use? Why not use grayscale setting as an intervention!" menguji skala abu-abu sebagai alat untuk mengurangi penggunaan ponsel pintar yang bermasalah. Apa yang membuat studi ini berbeda dari penelitian sebelumnya adalah fokusnya pada tipe pengguna. Para peneliti mengelompokkan peserta berdasarkan pola penggunaan mereka dan kemudian mengukur bagaimana skala abu-abu memengaruhi setiap kelompok.

Pengguna karena kebiasaan melihat efek terbesar

Studi tersebut menemukan bahwa skala abu-abu sangat efektif untuk dua kelompok: pengguna "habitual" atau karena kebiasaan (orang yang mengambil ponsel mereka karena bosan, rutinitas, atau saat senggang) dan pengguna "sosial" (orang yang menggunakan ponsel mereka terutama untuk tetap terhubung dengan orang lain melalui perpesanan dan media sosial).

Untuk kelompok ini, waktu layar harian turun sekitar satu jam. Itu adalah pengurangan yang signifikan dari satu perubahan pasif pada pengaturan tampilan.

Bagaimana skala abu-abu bertindak sebagai "dorongan"

Para peneliti mendeskripsikan skala abu-abu sebagai "nudge" atau dorongan perilaku. Ini tidak memblokir apa pun. Ini tidak membatasi akses ke aplikasi. Sebaliknya, ini meningkatkan sedikit rasa jengkel saat menggunakan perangkat untuk aktivitas bernilai rendah. Ponsel tetap berfungsi normal, tetapi menjadi sedikit kurang menyenangkan untuk menggulir konten yang mengandalkan warna untuk menarik perhatian.

Ini penting karena berarti skala abu-abu tidak melawan niat Anda. Jika Anda perlu menggunakan ponsel untuk sesuatu yang spesifik, Anda tetap bisa. Namun jika Anda meraihnya karena bosan, berkurangnya imbalan visual membuatnya lebih mudah untuk meletakkan ponsel kembali.

Mengapa menggulir karena bosan menjadi target utama

Penggunaan ponsel karena kebiasaan adalah pola yang paling banyak dihadapi orang. Ini adalah tindakan otomatis meraih ponsel saat mengantre, duduk di sofa, atau berbaring di tempat tidur. Tidak ada tujuan khusus di baliknya. Ponsel kebetulan ada di sana, dan antarmuka yang penuh warna membuatnya cukup memuaskan untuk terus berlanjut.

Skala abu-abu memutus siklus ini. Saat layar berwarna abu-abu, aktivitas menggulir yang tidak bertujuan menjadi kurang merangsang. Anda menjadi lebih sadar akan apa yang Anda lakukan, dan kesadaran itu saja sering kali cukup untuk berhenti.

Apa artinya ini bagi pengaturan Anda

Jika Anda mengenali diri Anda sebagai seseorang yang mengambil ponsel tanpa alasan yang jelas, skala abu-abu kemungkinan besar akan memberikan efek terukur pada waktu layar Anda. Penelitian ini mendukung penggunaannya sebagai status default, dengan pengecualian untuk tugas-tugas di mana warna memang penting.

Itulah pendekatan yang menjadi dasar StayGray. Biarkan skala abu-abu aktif secara default. Tambahkan pengecualian untuk aplikasi seperti peta, kamera, atau editor foto. Gunakan jeda warna berwaktu saat Anda memiliki alasan khusus untuk melihat warna. Dan biarkan jadwal menangani transisi secara otomatis sehingga Anda tidak perlu memikirkannya.

Gambaran yang lebih besar

Studi ini menambah bukti yang terus berkembang bahwa perubahan lingkungan yang kecil dapat mengubah perilaku lebih efektif daripada strategi berbasis kemauan keras. Anda tidak perlu menghapus aplikasi media sosial atau menyiapkan aturan pemblokiran yang rumit. Terkadang, hanya dengan membuat layar menjadi kurang berwarna sudah cukup untuk merebut kembali sebagian waktu berharga dalam hari Anda.

Referensi: Wickord, L.-C., & Quaiser-Pohl, C. (2023). Suffering from problematic smartphone use? Why not use grayscale setting as an intervention! Computers in Human Behavior Reports, 10, 100294. doi.org/10.1016/j.chbr.2023.100294